top of page
Search

Menghadapi Ancaman Polusi Udara di Jakarta: Dampak dan Upaya Penanganan

Updated: Dec 13, 2023


Polusi udara telah menjadi salah satu masalah lingkungan utama di Jakarta, Indonesia, selama beberapa tahun terakhir, dan semakin marak akhir-akhir ini. Di Jakarta sendiri, tingkat polusi udara per tanggal 1 November 2023 pk 10.00 sudah mencapai 158 AQI (Air Quality Index) yang dikategorikan sebagai level polutan yang tidak sehat.


Peningkatan polusi udara di ibu kota telah mendatangkan banyak kekhawatiran dari masyarakat dan pihak berwenang, mengingat dampak polusi udara yang dapat mempengaruhi kesehatan masyarakat hingga memicu masalah kesehatan yang sangat serius.

Yuk cek dampak polusi bagi kesehatan manusia dan upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini.


Dampak Polusi Udara bagi Kesehatan Manusia

Polusi udara yang tinggi memiliki dampak serius bagi kesehatan manusia. Beberapa dampak yang paling umum meliputi:


1. Masalah Pernapasan: Polusi udara dapat memicu masalah pernapasan. Partikel-partikel polutan terutama yang halus (PM2.5) dapat masuk ke dalam sistem pernapasan dan menyebabkan peradangan, stres oksidatif, dan kerusakan pada jaringan paru-paru. Paparan jangka panjang terhadap polutan tersebut telah dikaitkan dengan peningkatan gejala pernapasan, penurunan fungsi paru-paru, dan perkembangan atau eksaserbasi penyakit pernapasan, seperti asma, bronkitis, dan PPOK (Penyakit Paru Obstruktif Kronik).


2. Penyakit Jantung: Paparan jangka panjang terhadap polusi udara dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Menurut penelitian Sanjay dkk, polutan udara dengan ukuran <2,5μm (PM2.5) merupakan polutan yang paling berkontribusi dalam tingkat kematian dan kecacatan kardiovaskular. Peningkatan paparan PM2.5 dalam jangka pendek dapat meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular akut sebesar 1-3%, sedangkan dalam paparan jangka panjang selama beberapa tahun dapat meningkatkan risiko lebih dari 10%. Polutan ini juga dapat meningkatkan terjadinya sumbatan pembuluh darah jantung sebanyak 13% dan meningkatkan terjadinya gagal jantung sebanyak 2.1%.


3. Gangguan Saraf/Neurologis: Beberapa penelitian juga menghubungkan polusi udara dengan gangguan neurologis seperti penyakit Alzheimer dan Parkinson. Polusi udara bisa menimbulkan neuroinflamasi, stres oksidatif, kerusakan serebrovaskular, dan berbagai patologi neurodegeneratif. Efek polusi udara terhadap sistem saraf pusat bisa disebabkan oleh terpicunya sistem imun perifer yang kemudian mengakibatkan masuknya berbagai faktor proinflamasi ke sistem saraf pusat dan menimbulkan neuroinflamasi (peradangan sistem saraf).


4. Efek pada Anak-Anak: Anak-anak lebih rentan terhadap dampak polusi udara. Salah satu alasannya adalah karena anak-anak memiliki laju pernapasan yang lebih cepat dibandingkan orang dewasa sehingga menyerap lebih banyak polutan. Menurut laporan WHO, wanita hamil yang terpapar polusi udara juga cenderung berisiko terhadap kelahiran prematur dan anak dengan berat badan lahir rendah, serta perkembangan yang terganggu. Polusi udara juga berdampak pada perkembangan saraf dan kemampuan kognitif serta dapat memicu asma dan kanker pada masa kanak-kanak. Anak-anak yang terpapar polusi udara tingkat tinggi juga berisiko lebih besar terkena penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular di kemudian hari.


Cara Mengatasi Polusi Udara di Jakarta

Penanganan polusi udara dari sudut pandang medis dan kesehatan merupakan aspek penting dalam upaya melindungi masyarakat dari dampak buruk polusi udara. Berikut adalah beberapa cara mengatasi polusi udara di Jakarta dari perspektif medis dan kesehatan:


1. Mengenakan Masker: Menggunakan masker dapat membantu melindungi saluran pernapasan Anda dari paparan atau terhirupnya polutan. Ini penting terutama selama periode polusi tinggi.


2. Menghindari Aktivitas Fisik di Luar Ruangan: Selama periode polusi udara yang tinggi, hindari aktivitas fisik berat di luar ruangan, terutama pada waktu-waktu tertentu ketika kualitas udara buruk. Ini akan membantu mengurangi risiko masuknya partikel polusi ke dalam paru-paru.


3. Kurangi Paparan Pribadi: Selain masker wajah, hindari berada di dekat sumber polusi udara, seperti jalur kendaraan bermotor atau area industri yang padat. Hindari juga merokok dan berada di dekat perokok aktif.


4. Menjaga Ruangan Tetap Bersih: Pastikan ruangan tempat Anda tinggal atau bekerja terjaga kebersihannya. Gunakan penjernih udara dalam ruangan (air purifier) yang dapat membantu mengurangi partikel polusi udara di dalam ruangan.


5. Pemantauan Kualitas Udara: Gunakan sumber informasi yang andal untuk memantau indeks kualitas udara setempat. Ini akan membantu Anda mengambil tindakan ketika kualitas udara buruk.


6. Vaksinasi Influenza: Polusi udara dapat membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih rentan terhadap infeksi pernapasan. Vaksinasi influenza secara rutin dapat membantu melindungi tubuh dari infeksi yang dapat diperparah oleh polusi udara.


7. Konsultasi Medis Rutin: Jika Anda mengalami gejala pernapasan yang tidak biasa, seperti batuk yang persisten, sesak napas, atau iritasi mata, segera berkonsultasi dengan dokter. Pemeriksaan medis dapat membantu mengidentifikasi masalah kesehatan yang mungkin disebabkan oleh polusi udara.


Dalam menghadapi masalah polusi udara di Jakarta, perubahan gaya hidup sehat dan kebijakan lingkungan yang kuat juga diperlukan. Kita semua memiliki peran dalam menjaga kualitas udara yang lebih baik dan melindungi kesehatan kita serta generasi mendatang. Dengan kesadaran dan tindakan bersama, kita dapat mengurangi dampak negatif polusi udara di Jakarta. Salam sehat untuk kita semua :)



Sumber

  1. https://www.iqair.com/indonesia/jakarta

  2. Kemenkes. Mengenal Bahaya Polusi Udara untuk Tubuh. 2023, Juli 11. Cited from: https://ayosehat.kemkes.go.id/mengenal-bahaya-polusi-udara-untuk-tubuh

  3. Arsyad KA, Priyana Y. Studi Kausalitas antara Polusi Udara dan Kejadian Penyakit Saluran Pernapasan pada Penduduk Kota Bogor, Jawa Barat, Indonesia. Vol 2 No 06 (2023): Jurnal Multidisiplin West Science. DOI: https://doi.org/10.58812/jmws.v2i6.434

  4. Rajagopalan S, Al-Kindi SG, Brook RD. Air Pollution and Cardiovascular Disease: JACC State-of-the-Art Review. J Am Coll Cardiol. 2018 Oct 23;72(17):2054-2070. doi: 10.1016/j.jacc.2018.07.099. PMID: 30336830.

  5. WHO. More than 90% of the world’s children breathe toxic air every day. 2018, Oct 29. Cited from: https://www.who.int/news/item/29-10-2018-more-than-90-of-the-worlds-children-breathe-toxic-air-every-day

Supriyanto I. CDK-215/vol.41 no.4. 2014. Cited from: https://media.neliti.com/media/publications/400777-ganggguan-kognitif-akibat-polusi-udara-a-3c3f320e.pdf


17 views0 comments

Comments


Post: Blog2_Post
bottom of page