Search

Kontroversi Vaksin AstraZeneca

Terkait vaksin AstraZeneca (AZ) menuai pro dan kontra, terdapat satu batch yang diberhentikan sementara dan dilakukan uji toksisitas oleh BPOM, yaitu batch CTMAV547. Batch lain saat ini masih digunakan dalam program vaksinasi.


Rekomendasi yang diusulkan oleh PAPDI adalah sebagai berikut:

1. Vaksin AstraZeneca merupakan salah satu jenis vaksin yang dianggap efektif dan telah disetujuidigunakan dalam upaya pencegahan penularan COVID-19. Mengacu pada rekomendasi ISTH, EMA danWHO GACVS manfaat dari pemberian vaksin ini dinilai Iebih besar daripada potensi komplikasi.

2. Pasien dengan riwayat trombosis (penggumpalan darah) atau mereka yang secara rutin mendapatkan terapi antikoagulan/antiplatelet masuk dalam kelompok special precaution.

3. Sehubungan dengan masalah trombosis pada pemberian vaksin AstraZeneca, maka:

a. Pemantauan efek samping untuk kemungkinan terjadinya trombosis perlu ditingkatkan dengan memperhatikan adanya laporan gejala trombosis seperti sakit kepala hebat, sesak napas, mata kabur, kaki bengkak unilateral, dll terutama pada hari ke-4 s/d hari ke-20 pasca vaksinasi. Bila terdapat gejala tersebut agar segera memeriksakan diri.

b. Apabila pada calon penerima vaksin AstraZeneca dinilai memiliki kecenderungan trombosis oleh dokter yang merawat, maka hendaknya diberikan surat kelayakan/tidak layak untuk divaksinasi AstraZeneca.



11 views0 comments