Search

Metabolisme Tubuh Saat Berpuasa

Puasa adalah membatasi makan dan minum dalam rentang waktu tertentu, biasanya dilakukan dalam rentang waktu 12 jam (short period), hingga 3-4 minggu (long period) ataupun intermittent fasting. Puasa ramadhan sendiri dalam islam merupakan salah satu pilar agama islam yang wajib dilakukan dalam satu bulan ramadhan dimana larangan untuk makan dan minum berlangsung mulai dari terbit matahari hingga terbenam matahari.


Puasa akan menyebabkan terjadinya perubahan baik fisiologi, biokimia, dan perubahan metabolik di dalam tubuh. Dalam keadaan metabolisme normal tubuh, akan terjadi peningkatan glukosa (gula) di dalam darah saat makan sehingga kelenjar pankreas akan mengeluarkan insulin untuk mencegah meningkatnya kadar glukosa di dalam darah. Tubuh juga akan merangsang pembentukan glukosa di dalam hati dan otot yang akan digunakan sebagai sumber energi utama di dalam tubuh.


Pemakaian glukosa di dalam hati dan otot hanya dapat berlangsung selama 12 jam. Setelah cadangan glukosa menipis, tubuh akan membakar lemak untuk membantu menyediakan glukosa bagi tubuh dan sebagai sumber energi bagi tubuh menggantikan glukosa yang mulai menipis.


Perubahan metabolisme ini akan membantu tubuh untuk tetap menyediakan sumber energi walaupun kita sedang berpuasa, dan bahkan bisa membantu membakar lemak sehingga dapat menurunkan kadar lemak di dalam tubuh.


Oleh sebab itu, saat berbuka puasa, kita harus tetap mengonsumsi makanan bergizi agar tubuh kita dapat menyediakan energi saat berpuasa di keesokan harinya.


3 views0 comments