top of page
Search

Obesitas




Definisi


Obesitas adalah kondisi dimana Indeks Massa Tubuh (IMT) lebih dari atau sama dengan 30 kg/m2. World Health Organization (WHO) mendefinisikan obesitas sebagai kondisi penumpukan lemak yang berlebihan atau abnormal yang berisiko bagi kesehatan seseorang. Indeks massa tubuh dihitung dari berat badan dalam kilogram, dibagi tinggi badan dalam meter dikuadratkan. Sebagai contoh: berat badan 50 kg, tinggi badan 150 cm. IMT = 50 / (1,5)2, hasilnya: 22,2 kg/m2.




Sumber: Kemenkes RI. 2014



Klasifikasi IMT


WHO dan Asia Pasifik memiliki kategori IMT yang berbeda. Indonesia mengikuti kategori Asia Pasifik berdasarkan karakter dan kondisi rata-rata seluruh penduduk Indonesia.



Sumber: Int J Chron Obstruct Pulmon Dis. 2017; 12: 2465–2475



Penyebab dan Faktor Risiko Terjadinya Obesitas


Obesitas terjadi karena tingginya asupan makanan (asupan kalori), terutama yang mengandung lemak dan gula, tidak sebanding dengan aktivitas fisik yang membakar kalori tersebut. Lemak dan gula yang tidak terpakai akan disimpan sebagai cadangan energi tubuh dalam bentuk lemak didalam organ. Kondisi ini dapat dipengaruhi juga oleh gen, metabolisme, hormon, perilaku dan gaya hidup seseorang.


Seperti beberapa penyakit lain, obesitas juga dipengaruhi oleh faktor genetik. Biasanya terlihat dari orang tua yang juga cenderung obesitas. Selain gen yang diturunkan, kebiasaan dan pola hidup juga dapat diturunkan.


Gaya hidup seseorang dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas. Kurang gerak/olahraga, sering makan manis dan ngemil, serta banyak konsumsi minuman berkalori tinggi, dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas. Lingkungan yang tidak mendukung juga dapat meningkatkan gaya hidup yang kurang sehat.



Makanan yang Tidak Baik



Sumber: Freepik.com

(https://www.freepik.com/free-vector/fast-food-menu-colorful-icons-set_3998946.htm#query=unhealthy%20food&position=0&from_view=search&track=sph)


Metabolisme dan hormon tubuh seseorang dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya adalah penyakit seperti Sindrom Prader-Willi, Sindrom Cushing, dan lainnya. Ada beberapa faktor lain yang dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas seperti: penggunaan obat-obatan dalam jangka panjang contohnya obat anti diabetes atau obat anti depresan, kondisi kurang tidur dan stress yang menyebabkan gangguan hormon, serta penurunan metabolisme yang terjadi pada usia lanjut.




Risiko penyakit pada Obesitas


Kondisi obesitas jika tidak ditangani dapat meningkatkan risiko terjadinya beberapa penyakit kronis dan serius seperti:

  • Diabetes Mellitus

Kadar asam lemak, hormon, penanda pro inflamasi (peradangan) meningkat pada kondisi obesitas. Hal ini akan menyebabkan terjadinya resistensi insulin (insulin tidak bisa berfungsi dengan baik). Insulin merupakan sebuah hormon yang berfungsi menjaga keseimbangan kadar gula dalam tubuh. Oleh sebab itu, obesitas yang dibiarkan atau tidak ditangani dengan baik, dapat meningkatkan terjadinya resistensi insulin yang berakibat pada terjadinya penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2 (DM Tipe 2).

  • Penyakit jantung

Lemak jahat berlebihan didalam tubuh dapat menyebabkan gangguan fungsi jantung serta pembentukan timbunan atau bahkan sumbatan lemak (plak aterosklerotik). Plak aterosklerotik yang terbentuk di pembuluh darah dapat menghambat kelancaran aliran darah. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya gagal jantung dan penyakit jantung koroner.

  • Penyakit Kanker

Agen pro inflamasi yang meningkat pada orang obesitas, menyebabkan terjadinya kerusakan sel, peningkatan kadar stres oksidatif, dan penurunan sistem imun. Hal ini dapat memicu proses terjadinya kanker.

  • Penyakit gangguan pembuluh darah otak (stroke)

Stroke disebabkan salah satunya karena ada penyumbatan pada pembuluh darah otak. Plak ateroskletrotik yang terbentuk pada kondisi obesitas yang berkepanjangan dapat juga menghambat kelancaran aliran darah di otak, sehingga menyebabkan terjadinya stroke, khususnya stroke iskemik.


Obesitas juga dapat mempengaruhi kondisi psikologis seseorang terutama menjadi tidak percaya diri, atau bahkan dapat meningkatkan risiko terjadinya depresi.



Pengobatan


Target pengobatan obesitas adalah berat badan yang ideal dengan komposisi tubuh yang ideal. Penanganan obesitas yang komprehensif akan melibatkan berbagai ahli seperti dokter ahli gizi, dokter spesialis gizi, psikolog atau psikiater, bahkan juga dukungan dari keluarga dan orang-orang disekitar. Penanganan obesitas yang sering dilakukan di Indonesia dapat terdiri dari beberapa komponen yaitu perubahan pola makan (diet), perubahan pola aktivitas, perubahan perilaku, konsumsi obat-obatan anti obesitas, dan tindakan/prosedur untuk menangani kondisi obesitas. Namun tidak semua komponen ini harus dilakukan, tetapi diperlukan penilaian dan penanganan lebih lanjut dari dokter. Penjelasan masing masing komponen akan dibahas lebih lengkap pada artikel selanjutnya.



Pencegahan


Tidak semua orang dengan faktor risiko seperti yang sudah disebutkan diatas akan mengalami obesitas, namun penerapan pola hidup sehat dapat menurunkan risiko terjadinya obesitas serta berbagai komplikasi penyakit yang mengikutinya. Pola hidup sehat yang disarankan adalah:

  1. Makan makanan seimbang dan bergizi

  2. Rutin berolahraga

  3. Kelola stres dengan baik




Berapa batasan konsumsi gula, garam, dan lemak yang dianjurkan per hari? Klik video berikut untuk cari tahu...



Saat ini kliniksunter membuka pendaftaran untuk pemeriksaan pap smear gratis di bulan Januari 2023. Untuk pendaftaran silahkan klik link berikut:



Sumber

  1. Lim JU, Lee JH, Kim JS, Hwang YI, Kim T, Lim SY, et al. Comparison of World Health Organization and Asia-Pacific body mass index classifications in COPD patients. Int J Chron Obstruct Pulmon Dis. 2017; 12: 2465–2475.

  2. 2014. Kemenkes RI.

  3. WHO. Obesity. From: https://www.who.int/health-topics/obesity#tab=tab_1

  4. Mayo Clinic Team. Obesity. Mayo Cilnic. 2021. From: https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/obesity/symptoms-causes/syc-20375742

  5. Carbone S, Canada JM, Billingsley HE, Siddiqui MS, Elagizi A, Lavie CJ. Obesity paradox in cardiovascular disease: where do we stand? Vasc Health Risk Manag. 2019; 15: 89-100

  6. Assumpcao JAF, Pasquarelli-do-Nascimento G, Duarte MSV, Bonamino MH, Magalhaes KG. The ambiguous role of obesity in oncology by promoting cancer but boosting antitumor immunotherapy. J Biomed Sci. 2022; 29: 12

  7. Zou X, Wang L, Xiao L, Xu Z, Yao T, Shen M, et al. Deciphering the Irregular Risk of Stroke Increased by Obesity Classes: A Stratified Mendelian Randomization Study. Front Endronicol (Lausanne). 2021; 12: 750999




77 views0 comments

Recent Posts

See All
Post: Blog2_Post
bottom of page