top of page
Search

Perut bagian atas sakit, mungkin Anda mengalami hal ini!




“Pernah tidak sih kalian semua merasakan sakit di bagian ulu hati atau perut bagian atas? dan nyeri ini akan hilang setelah makan pada sebagian orang atau bahkan akan bertambah setelah makan?”

Ada banyak kemungkinan penyakit yang menyebabkan keluhan serupa seperti diatas. Salah satunya adalah Gastritis. Artikel ini akan memberikan informasi tambahan seputar penyakit ini.

Gastritis adalah penyakit yang disebabkan karena adanya inflamasi/peradangan pada lapisan lambung. Inflamasi ini dapat disebabkan karena bakteri atau iritan lain. Bakteri utama penyebab terjadinya gastritis adalah H. pylori. Sedangkan gastritis yang disebabkan oleh non bakteri diakibatkan karena rokok, alkohol, penggunaan obat steroid atau obat anti inflamasi non steroid (NSAID). Tidak hanya itu gastritis juga dapat disebabkan karena adanya penyakit lain yang mendasari seperti autoimun, GERD (Gastroesophageal Reflux Disease), radiasi, dan masih banyak lagi. Gastritis pun dapat terjadi karena adanya infeksi bakteri non H. pylori, seperti Herpes simplex, Cytomegalovirus, dan Mycobacterium avium intracellulare.

Proses inflamasi yang terjadi pada lapisan lambung ini dapat terjadi hanya pada sebagian lokasi (lokal) atau terjadi pada keseluruhan lapisan lambung (general). Berdasarkan waktunya, gastritis dibagi menjadi dua yaitu gastritis akut dan juga kronis. Gastritis yang terjadi dalam waktu singkat (akut) jika tidak ditangani dengan baik dapat menjadi gastritis kronis. Gastritis akut dan kronis dapat dibedakan dengan pemeriksaan endoskopi. Ada perbedaan tampakan dari lapisan lambung pada pasien gastritis akut dan kronis. Tidak hanya itu gejalanya pun pada penderita gastritis kronis bisa tidak tampak seperti pada penderita gastritis akut. Serta komplikasi pada kedua tipe ini berbeda.

Gejala umum yang bisa timbul akibat adanya inflamasi pada lapisan lambung ini di antaranya mual, muntah, rasa penuh di bagian ulu hati setelah makan atau adanya sensasi terbakar yang bisa membaik atau memburuk setelah makan. Namun tidak semua orang yang mengalami inflamasi pada lapisan lambung menimbulkan gejala, ada juga yang tidak menampakkan gejala. Perlu diketahui bahwa gejala diatas tidak hanya ditemukan pada penyakit gastritis melainkan dapat juga terjadi pada beberapa penyakit seperti ulkus peptikum, kolesistitis, kolelitiasis, dispepsia, pankreatitis, non-infectious gastritis, dan masih ada kemungkinan lain. Sehingga jika kalian merasakan gejala diatas, kalian perlu melakukan pemeriksaan ke dokter, sehingga mendapatkan pengobatan, pengawasan dan arahan dari dokter terhadap berbagai kemungkinan dari penyakit.

Untuk mengetahui atau menegakkan diagnosis untuk penyakit ini dokter perlu melakukan pemeriksaan secara umum terhadap kondisi tubuh. Untuk memastikan, ada beberapa pemeriksaan penunjang yang dokter dapat sarankan diantaranya endoskopi dan biopsi untuk mendapatkan jaringan pada lambung untuk dinilai secara histopatologi (jaringan), selain itu bisa juga dilakukan beberapa tes untuk membuktikan adanya infeksi dari bakteri H. Pylori, diantaranya Urea breath test atau serologis untuk mengetahui apakah ada antibodi yang melawan bakteri ini dan masih banyak lagi.

Jika kalian terbukti mengalami penyakit ini, maka dokter akan memberikan penanganan sesuai dengan penyebabnya. Ada beberapa obat yang dapat diberikan diantaranya antibiotik. Antibiotik akan diberikan jika dokter mencurigai penyebab dari gastritis adalah bakteri. Selain antibiotik ada pilihan obat lain yang dapat diberikan, di antaranya adalah obat yang berfungsi untuk melindungi/memproteksi lapisan lambung dari asam lambung, sehingga mengurangi terjadinya kerusakan lebih lanjut pada lapisan lambung. Pilihan lain yang dapat diberikan dokter adalah obat yang berfungsi untuk mengurangi atau menghentikan produksi asam lambung. Salah satu atau kombinasi obat ini dapat diberikan kepada pasien, hal ini sangat tergantung dari penyebab, tingkat keparahan, waktu penyakit dan masih banyak lagi.

Apabila penyakit ini tidak diobati ada berbagai komplikasi yang dapat ditimbulkan, diantaranya kekurangan vitamin B12, kanker lambung, ulkus, chronic atrophic gastritis, perforasi lambung dll. Namun secara umum, gastritis yang disebabkan karena infeksi bakteri H. Pylori jarang menyebabkan kejadian kanker dan gejala biasanya mereda dengan pengobatan yang benar. Namun tidak jarang penyakit ini sering berulang kali muncul.

Untuk menghindari penyakit tersebut, ada beberapa hal yang dapat dilakukan di antaranya :

1. Menghindari asap rokok dan tidak merokok.

2. Membatasi dan menghindari konsumsi alkohol, kopi, teh, minuman berenergi, bersoda.

3. Menerapkan pola hidup sehat dengan makanan rendah lemak dan tinggi serat.

4. Olahraga dengan teratur.

5. Hindari stres dan menjaga pola hidup seimbang.

6. Hindari menggunakan obat steroid dan NSAID dalam jangka panjang jika tidak diperlukan.

7. Menjaga higienitas makanan, alat makan, dan juga tangan.

8. Hindari obesitas.

Dengan melakukan anjuran diatas kita semua dapat terhindar dari penyakit ini. Jika memiliki gejala diatas, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter. Sehingga mendapatkan penanganan yang tepat, diharapkan penyakit dapat terkontrol atau sembuh serta tidak menjadi kronis atau bahkan menimbulkan efek samping.




Sumber :

1. IDI. Panduan Praktik Klinis bagi Dokter Di Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer, Edisi I. 2017.

3. Azer SA, Akhondi H. Gastritis. [Updated 2023 Apr 13]. In: StatPearls [Internet]. Treasure Island (FL): StatPearls Publishing; 2023 Jan-. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK544250/

5. NHS UK. (2023, 27 Oktober). Gastritis. Diakses pada 11 Juni 2023, https://www.nhs.uk/conditions/gastritis/



9 views0 comments

Comments


Post: Blog2_Post
bottom of page